Tren rokok elektrik yang saat ini sedang banyak digandrungi bisa digunakan sebagai alternatif bagi para perokok. Rokok elektrik juga dianggap memberikan rasa aman, karena itu inovasi produk tersebut harus didukung.

Regulasi tersebut lanjut Adang diharapkan tidak melarang konsumsi rokok elektrik, tetapi justru mendukung dan menetapkan standarisasi produk rokok elektrik maupun produk tembakau baru lainnya yang meskipun mengandung nikotin namun tidak menghasilkan asap melainkan uap, sehingga dipercaya memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih ringan dibandingkan rokok.

Dilain pihak, konsumen rokok elektrik juga berharap pemerintah Indonesia dapat mengakui keberadaan produk-produk baru ini sebagai solusi alternatif.

“Peraturan rokok elektrik saat ini di Indonesia masih abu-abu. Kami, atas nama asosiasi konsumen, ingin melihat peraturan yang lebih jelas dan ingin bekerja sama dengan lembaga pemerintah, seperti Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),”ujar Ketua Umum Asosiasi Vaporizer Indonesia (APVI), Raynando Siagian.

Singkatnya, lanjut Raynando ia hanya ingin meluruskan bahwa produk-produk rokok elektrik yang selama ini dikonsumsi tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

“Kami berharap pemerintah dapat mendukung serta melindungi kami melalui peraturan yang didasarkan pada kajian ilmiah,” kata Raynando Siagian.

Untuk diketahui beberapa organisasi seperti Royal College of Physicians, Public Health England, badan profesional yang mewakili pemerintah Inggris dan Action on Smoking and Health, kelompok lobi anti-tembakau yang diakui secara internasional, kini mendukung konsumsi rokok elektrik atau alternatif lainnya yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan rokok.

“Rokok elektrik bisa menjadi alternatif bagi perokok. Orang-orang yang merokok dapat beralih ke rokok elektrik. Rokok elektrik juga lebih memberikan rasa aman, maka dari itu kita sebaiknya dukung inovasi ini,”ujar Dosen dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Adang Bachtiar dalam pernyataannya, Selasa(7/3/2017).

Seiring dengan berkembangnya pasar dan teknologi rokok elektrik, konsumen merasa pemerintah bertanggunghawab untuk menciptakan regulasi berkeadilan terkait rokok elektrik dan produk tembakau baru lainnya.

Dengan membuka diri terhadap inovasi, Inggris telah berhasil menerapkan peraturan kesehatan yang menawarkan solusi baru untuk masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh merokok atau rokok.

Upaya ini terbukti efektif, data terakhir yang diterbitkan Ernst&Young menunjukkan bahwa sejak 2013 telah terjadi peningkatan pergesaran konsumen rokok konvensional ke rokok elektrik dimana sejumlah 4,2% atau lebih dari dua juta orang kini telah beralih kepada rokok elektrik ataupun produk tembakau yang lebih aman selain rokok.

Mengacu pada data yang diterbitkan oleh Public Health England, pergeseran preferensi ini sama artinya dengan pengurangan angka kematian dan penyakit yang disebabkan oleh rokok dan asap rokok, mengingat rokok elektrik dinilai 95% lebih aman dibanding rokok.

Selain itu, David Sweanor, dosen Fakultas Hukum, Universitas Ottawa, yang membantu proses pembuatan kebijakan terkait rokok elektrik di Kanada, berpendapat bahwa keengganan pemerintah untuk melihat produk yang menghasilkan uap seperti rokok elektrik sebagai solusi untuk berhenti merokok dapat berujung kontraproduktif.

Sweanor menyarankan pemerintah untuk tidak hanya memberlakukan peraturan yang mengatur konsumsi rokok dan produk nikotin, tetapi juga membuka ruang baru bagi solusi berbasis inovasi teknologi.

Inggris katanya merupakan salah satu negara yang berhasil mengakomodir rokok elektrik sebagai solusi alternatif terhadap ketergantungan rokok.

Pemerintah Inggris memudahkan konsumen untuk mendapatkan akses dan informasi terkait rokok elektrik serta memberikan izin kepada produsen untuk berinovasi dan menciptakan rokok elektrik berkualitas tinggi.

 

Sumber: http://m.tribunnews.com/bisnis/2017/03/07/dianggap-lebih-aman-pemerintah-diminta-buat-regulasi-soal-rokok-elektrik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *